Langsung ke konten utama

3 Tips Agar Terhindar dari DBD di Rumah

Di Indonesia, Demam Berdarah Dengue sudah menjadi penyakit yang rutin terjadi di negara tropis. Seseorang dapat terjangkit penyakit DBD sebab sakit ini ditularkan dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Hal ini pun dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti faktor alam dari suhu lembap sampai curah hujan.
Umumnya demam berdarah diakibatkan oleh virus dengue. Daya tahan tubuh sangat berperan aktif dalam mencegah virus tersebut jadi masalah bahkan penyakit yang mengancam jiwa. Multivitamin atau penguat imun bisa Anda minum bila diperlukan. Kalau pun terkena DBD Anda bisa meminum obat demam berdarah dari resep dokter.
Tips Mencegah DBD di rumah
Karena mencegah lebih baik daripada mengobati maka langkah pencegahan perlu dilakukan, sebelum Anda maupun anggota keluarga lainnya terjangkit DBD.
1. Rumah Bersih dan Sehat
Cara paling sederhana akan tetapi sering kali diabaikan oleh sebagian orang. Bila rumah Anda bersih pastinya akan terhindar dari penyakit. Kebanyakan penyakit datang dari bakteri dan hewan-hewan yang hidup di tempat lembap dan kotor miasalnya saja nyamuk. Agar nyamuk Aedes Aegypti ini tidak berkembang biak, bersihkan penampungan air Anda secara rutin.
2. Gunakan Bubuk Larvasida
Penggunaan larvasida sangat berguna membasmi jentik beserta telur nyamuk Aedes Aegypti, terlebih pada tempat-tempat penampung air tapi sukar dikuras. Pemakaian bubuk ini tak hanya saat talang air penuh, namun sewaktu kosong juga perlu ditaburkan. Sebab terdapat fakta bahwa telur dan jentik nyamuk ini dalam waktu 3-6 bulan dapat bertahan di tempat kering.
3. Mencegah Gigitan Nyamuk dengan Obat Anti Nyamuk
Penularan demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Oleh karena itu, hal yang harus dilakukan yakni cegah si nyamuk untuk menggigit kulit Anda dengan memakai losion anti nyamuk atau dengan memasang kelambu sesaat sebelum Anda tidur. Pilih pencegahan tersebut yang menurut Anda nyaman terutama ketika beranjak tidur. Istirahat yang cukup dan berkualitas penting dalam menjaga kesehatan.
Pentingnya Anda sadari tips kesehatan di atas untuk mencegah DBD perlu dilakukan, mengingat bahaya yang diterima jika melalaikan pencegahan DBD di rumah.

Postingan populer dari blog ini

Meja Staff Ideal

Fungsi meja kantor yang pada umumnya untuk membaca, menulis dan aktivitas lainya, kini mulai bergeser fungsi sesuai dengan berkembangya waktu. Meja kantor untuk para staff haruslah memiliki banyak ruang untuk memberikan keleluasaan karyawan untuk berkerja. Tak hanya sebagai sebuah furnitur biasa, Meja Staff haruslah didesain senyaman mungkin untuk menunjang aktivitas karyawan dalam bekerja.
Meja Staff yang ideal pada masa kini haruslah menyediakan beberepa laci yang disertai kunci agar bisa menyimpan file penting dan barang pribadi, tidak hanya satu laci, biasanya meja staff ini terdiri dari 3 laci. Selain itu harus terdapat ruang untuk menempatkan peralatan kantor seperti alat tulis yang sangat mudah diraih. Dan terakhir harus terdapat ruang besar dalam penempatan alat-alat modern perkantoran seperti komputer, mesin fax, telepon dan lain-lain. Meja perkantoran untuk para staff ini juga harus didesain semenarik mungkin, selain agar lebih enak dipandang oleh anda, klien kantor Anda pun…

Nganu itu apa ?

Nganu kita pasti sudah pernah mendengar kata ini atau bahkan tak jarang mengucapkannya. Lalu apasih sebenarnya nganu itu sendiri ? Nganu bisa dibilang satu buah kata yang memiliki berbagai macam makna, tergantung konteks pembicaraan yang sedang dilakukan oleh orang.

Hal Hal yang Perlu Diketahui Tentang Tes Alergi

Alergi merupakan kondisi yang bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu. Zat penyebab alergi sendiri disebut alergen. Gejala alergi sendiri bermacam-macam. Ada alergi ringan seperti gatal atau bersin, hingga alergi berat yang sangat berbahaya. Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap alergi terhadap zat tertentu, biasanya dilakukan Tes Alergi. Pada umumnya, tes alergi terbagi menjadi tes darah dan tes kulit. Tes ini sendiri bertujuan untuk mengetahui apakah tubuh bereaksi terhadap zat alergen atau tidak. Alergen sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Alergen hirup, merupakan alergen yang memicu alergi apabila terhirup melalui saluran pernapasan. Contohnya, alergi terhadap debu, atau bulu binatang. Alergen kontak, bereaksi apabila terjadi kontak langsung antara kulit dan alergen. Contohnya seperti alergi lateks, atau bahan tertentu. Alergi saluran cerna, adalah jenis alergen yang terdapat pada makanan. Alergen jenis ini bereaksi ketika memasuki saluran pencernaan. Contohnya…